Menjawab keraguan

12 April, 2008

Menjawab Keraguan

Banyak hal yang membuat jurang perbedaan antara orang yang berhasil mencapai apa yang diimpikan (banyak yang menyebutnya dengan sukses) dengan mereka yang belum. Salah satu yang membedakannya akan terlihat ketika seseorang menghadapi permasalahan.

Bagi sebagian orang masalah merupakan tantangan yang harus diselesaikan. Karena akan hadir kebahagiaan yang tak ternilai ketika tantangan yang kita hadapi tersebut berhasil terlewati.

Seperti kisah saya dan seorang teman yang hobby mendaki gunung, tidak saya sebutkan namanya karena teman saya bukan artis jadi anda mungkin tidak mengenalnya. Saya pernah merasakannya beberapa kali meskipun tidak berlanjut menjadi sebuah hobby, ada sensasi luar biasa ketika sampai dipuncak gunung. Rasa sakit, payah dan letih yg luar biasa, jalan yang lebih banyak menanjak daripada landainya, masih ditambah semak belukar tumbuh tidak beraturan yang semakin mempersulit perjalanan. Dan bermacam rintangan lain yang beragam.

Semua itu terasa hilang terlupakan berganti dengan luapan kebahagiaan menghirup udara puncak gunung yang sejuk dan segar. Ditambah panorama pegunungan yang terhampar tepat dihadapan kita, dapat terlihat betapa kecil tempat yang kita pijak sesaat ketika mulai mendaki. Kita seperti diingatkan akan kekerdilan kita begitu melihat kota tempat tinggal kita terlihat kecil jika dilihat dari puncak gunung, sekaligus juga pesan kepada kita bahwa kita bisa meraih puncak kesuksesan tertinggi jika kita mau berpayah-payah mendaki untuk meraihnya.

Sejenak kita serasa berada di surga meskipun tidak tahu juga seperti apa sih surga (hehehe).

Tapi sebaliknya bagi sebagian yang lain berfikir bahwa masalah adalah kesulitan yang harus dihindari, sehingga menutup diri untuk mencoba mencari jalan keluar. Dan secara sadar atau tidak memfokuskan segenap usaha untuk menghindarinya atau justru mengambil tindakan bodoh yang semakin memperkeruh permasalahan dan sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Dan kemungkinan besar yang terjadi adalah semakin sulit keluar dari permasalahan yang dihadapinya.

Anda mau contoh?

Saya berikan sebuah contoh kecil, ketika seorang siswa atau mahasiswa menghadapi masalah hendak mengikuti ujian. Saya analogikan disini ujian/test adalah sebuah masalah. Ketika kemudian dia memutuskan untuk tidak belajar dan justru membuat kertas contekan, kira-kira apakah yang dilakukan si siswa ini akan menyelesaikan masalah atau tidak? Jawabannya sudah tentu tidak, karena seharusnya untuk menghadapi ujian, siswa tersebut haruslah belajar. Karena Belajar adalah Solusi menghadapi ujian.

Pelajaran mendaki gunung adalah pelajaran penuh hikmah yang sangat patut dicoba. Gunung yang tinggi dapat dicapai puncaknya dengan perjalanan selangkah demi selangkah secara spartan, terus menerus. Sulit mencapai puncak gunung dengan sekali lompat, kecuali menggunakan helikopter.

Artinya bahwa untuk meraih puncak tertinggi dari kesuksesan itu harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang terus menerus tanpa menghiraukan rintangan dan hambatan yang dihadapi. Karena tidak ada sukses dalam arti sebenarnya yang diraih secara Instan, begitu kepingin jadi (nggak ada itu, nggak ada, nggak ada, nggak ada) //dengan nada bicara Prof Harun Al Rasyid Jaim

Entry Filed under: Inspirasi. Tag: , , , , , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

April 2008
S S R K J S M
    Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts