Sembilan bulan lalu ketika engkau masih berupa segumpal darah, dalam hati aku berfikir seperti apakah dirimu nantinya. Ku jaga dan kurawat engkau semampuku dalam tidur dan bangunku selain harapan tulus kepada tuhan agar engkau menjadi sosok yang sempurna sebagai manusia, yang membuat “tali batin” diantara kami menjadi semakin erat dan kuat.
Dan sekarang engkau telah hadir, betapa aku merasakan kebahagiaan dan perasaan yang luar biasa tak terlukiskan telah bisa menghantarkanmu ke dunia fana ini. Terselip rasa syukur yang dalam kepada tuhan atas amanah besar ini kepada kami, karena Dia telah mempercayakan “sesuatu” yang begitu berharga melebihi apapun didunia yang sekaligus juga mengiringinya tanggung jawab yang besar untuk bisa mendidik dan mengarahkan menuju jalan kemuliaan.
Tuhan terimakasih tlah kau kirimkan anugrah ini untuk kami, terimakasih tuhan, terima kasih karena tidak semua orang Engkau beri.
Kini usiamu telah sepuluh hari, dan engkau pun telah mempunyai nama yang indah pemberian ayahmu. Ucapkan terimakasih pada ayahmu ya nak, karena nama itu adalah doa agar engkau nanti menjadi sesuatu. Inilah arti doa ayahmu yang bunda tanyakan ketika kau lelap dalam tidurmu.
Shafrilla : Shafar/bulan/perjalanan
Intan : batu mulia yg berarti kemuliaan
Kamilia : kamil/kesempurnaan/buah yang manis
Shafrilla Intan Kamilia : Perjalanan menuju kemuliaan sempurna yang berbuah manis
Kau tak perlu berterimakasih pada bundamu karena senyum dan tawa riangmu ketika tidur dan terjaga sudah cukup membuat bunda menangis bahagia. Kehadiranmu membawa berkah nak, eyang, paman, bibi, om tante, semua teman-teman bunda dan ayah mendoakan kebaikanmu, semua menyayangimu, mereka ingin sekali menciummu sambil mencubit pipimu yang “chubby”, semoga kau tahu itu.
Kini babak baru perjalanan hidupmu telah dimulai, menjadilah engkau nanti seperti doa kami orang tuamu.
Izinkan kami membimbingmu dan ingat pesan tante maia “tapi kau jangan nakal”