“Tiada Perjalanan kecuali untuk Kemuliaan Sempurna yang berbuah manis pada akhirnya”

Masih teringat kenangan ketika pertama kali engkau hadir dihadapanku. Karena aku menunggu kedatanganmu semalaman dari pukul 01.00 dini hari bersama ibumu. Aku sih msh sempat nonton tv dan tertidur beberapa saat, tapi ibumu aku yakin semalaman terjaga. Karena setiap kali ku terbangun, ibumu terlihat resah dan gundah berjalan mondar-mandir kesana kemari, seakan tak ingin melewatkan sedetikpun saat-saat menjelang untuk menyambut kedatanganmu.

setelah terjaga semalaman, pada akhirnya pagi hari itu pukul 08.15 engkau datang juga. Getaran itu msh ku rasakan hingga saat ini, saat-saat ketika kau hadir di hadapanku untuk pertama kalinya. Aku yang melihat Saat kau longokkan kepala dan kemudian menangis . Sementara ibumu terbaring lemah dalam kepayahan yang sangat. Sesaat ibumu memelukmu, tergurat senyum kebahagiaan dan sukacita tersungging di bibirnya. Segala capek dan lelah dalam masa penantian seolah terbayar lunas hari itu, berganti kebahagiaan menyambut kehadiranmu.

Syukur dan puja-puji pada tuhan pun terlantun dihatiku, diiringi dengan alunan azan ditelinga kanan dan iqomat ditelinga kirimu. Sebagai benteng untuk menjagamu dalam menjalani kehidupan dengan berpedoman pada ketaatan terhadap tuhan.

Kuukir dan kupahat sebuah nama sekaligus doa dan harapan kami sebagai orang tua : Shafrilla Intan Kamilia
Semoga menjadi cahaya hati, penyejuk pandangan dan pemimpin bagi orang-orang yang taat ya nak.
maafkan kami ya nak, jika hanya ini yang bisa kami berikan, semoga engkau ikhlas menerimanya dan dapat menjadi hamba yang bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.