Selingkuh itu indah, benarkah??

Bukan mangsut hati untuk menghakimi, dan bukan mangsut hati untuk menggurui, hanya sekedar usaha mengingatkan diri agar lebih hati – hati agar tidak “kejeglong” (baca : kejrungup), apalagi kalo sebelumnya dah pernah ” kejeglong “. Jangan sampai saya dan anda termasuk yang lebih bodo daripada kebo, mosok kejeglong kok di lobang yang itu-itu saja (*multi tafsir, smg anda mengartikan dgn benar), kok nggak kreatif banget gitu loh.

kembali ke laptop!

bahwa kenyataan sebagian orang yang berpendapat bahwa selingkuh itu indah, sehingga memunculkan idiom “selingkuh” Selingan indah keluarga utuh. Betul ???
bahwa kenyataan sebagian lainnya yang berpendapat bahwa selingkuh itu salah, sehingga kemudian memberikan vonis negatif dan terkadang menjurus destruktif untuk mengadili sang pelaku “kriminal”. betul??

oke,kita mulai membahas berdasarkan kedua dalil diatas:

mari kita melihat dalam spektrum yg lebih luas dr beberapa sudut pandang.

1. Ekonomi, prinsip ekonomi “ndeso” (baca sederhana) mengatakan bahwa “dimana ada permintaan/kebutuhan disitu ada penawaran/Supply dan sebaliknya. Dalam kasus ini, adanya “permintaan” menyebabkan munculnya penyedia “barang”. atau sebaliknya adanya penyedia “barang” memicu munculnya “permintaan”
2. Politik, prinsipnya adalah tiada yang abadi kecuali kepentingan, artinya sejauh mana itu berarti (menguntungkan) bagi kepentingan diri/organisasi/partai, jadi ya atau tidak itu berdasarkan apakah itu menguntungkan atau sebaliknya
3. Sosial budaya, sebagai penganut (baca : pengikut) budaya ketimuran itu tidak sesuai dengan budaya ketimuran kita karena tidak bermoral (asusila), perbuatan tercela (baca : terkutuk) dan pelakunya layak dihukum secara adat yg berlaku setidak2nya dikucilkan dari pergaulan.
4. Hankam, bahwa perbuatan itu bisa merusak tatanan bermasyarakat, menyebabkan perpecahan dan konflik yang bisa memicu anarkhisme. So, stop right now atau kau ku tembak
5. ideologi,tergantung ideologi yang dianut
5.1 agama : sudut pandang ini sangat tergantung pada ideologi yang diyakini. Kalau Ideologi berbasis
agama (5 agama diindonesia) semuanya berpendapat bahwa itu adalah pelanggaran yang
terkutuk yang dosanya besar, sehingga terlarang bagi penganut untuk melakukannya.
5.2 demokrasi : benar/salah, boleh/tidak ditentukan berdasar suara terbanyak
5.3 komunis : itu merugikan kepentingan umum atau tidak, kalau merugikan berarti salah jadi
perlu dihukum
5.4 Liberal : itu wilayah personal. Silahkan saja, prinsipnya “like or dislike”, kalo like oke kalau
dislike ya jangan dong.

kembali ke laptop, lagi

dalam beberapa waktu terakhir ini terungkap berita perselingkuhan yang terjadi diberbagai belahan dunia,saya nukil beberapa dr yang agak lama sampai yang msih anget2nya dari beragam latar blakang profesi :
1. kasus perselingkuhan presiden AS mister BC dg ML (* inisial saja ya), yang menjadi sebab mundurnya sang presiden dari jabatannya.
2. kasus perselingkuhan pegolf terkenal TW dg bebrapa permpuan (RU,JG,KM,CR, JJ dll) yang mengakibatkan penurunan performance krn ancaman perceraian serta pemutusan kontrak sponsor pribadi
3. kasus JT seorang pebola dengan VP dari inggris yang menyebabkan pencopotan ban kapten timnas serta konflik dengan rekan tim serta ancaman dikeluarkan dari timnas
4. kasus AC seorang pebola dengan VG dan beberapa lagi lainnya, yang menyebabkan perceraian
5. yang kelima adalah kasus yang menimpa kang paijo tetangga sebelah rumah saya, seorang Pns beranak dua yang terbukti selingkuh. Keluarganya hancur,hutang menumpuk (untuk modal selingkuh) keluarganya menjadi korban, anak2nya putus sekolah, istrinya harus kerja serabutan dg hasil tak seberapa. Dan kang paijo sendiri terancam dipecat dari pekerjaannya

dari beberapa kasus yang saya sebutkan diatas dapat ditarik sebuah benang merah bahwa
1. ternyata selingkuh itu tidak seindah yang dibayangkan
2. sebagian besar masyarakat dunia menolak selingkuh, bahkan dinegara yang sangat liberal sekalipun selingkuh tidak dapat diterima
3. benar bahwa selingkuh itu berakibat buruk ketika ketahuan (* o o kamu ketauan) namun meskipun tidak ketahuan secara psikologis sang pelaku akan terganggu (setidak2nya takut ketauan)

So, bagaimana atau apapun pendapat anda semua kembali ke diri masing-masing. Yang terpenting adalah SDM (Selamatkan Diri dan saudara2Mu)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.