<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rahmatika Nurhidayat&#039;s  Weblog</title>
	<atom:link href="http://rahmadhan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahmadhan.wordpress.com</link>
	<description>Semua tentang Berfikir</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Aug 2009 16:06:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rahmadhan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a8a1d606af67ff36d45ad8dd221497b2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rahmatika Nurhidayat&#039;s  Weblog</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mencintai Seperti Mbah Surip</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com/2009/08/06/mencintai-seperti-mbah-surip/</link>
		<comments>http://rahmadhan.wordpress.com/2009/08/06/mencintai-seperti-mbah-surip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 16:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadhan.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[ I lop you pull! Ha ha ha ha…adalah salah satu ciri khas mbah surip yang menjadi begitu fenomenal dan memikat hati para penikmat musik di negeri ini. Tidak tahu pasti apa arti yang dimaksud si mbah dalam kata-kata “I love u pull” tersebut. Namun tentunya itu dimaksudkan untuk tujuan positif.
Mungkin kalo boleh berandai-andai, maksud [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=59&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-48" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" title="mbah surip" src="http://rahmadhan.files.wordpress.com/2009/08/mbah-surip.jpg?w=97&#038;h=144" alt="mbah surip" width="97" height="144" /> I lop you pull! Ha ha ha ha…adalah salah satu ciri khas mbah surip yang menjadi begitu fenomenal dan memikat hati para penikmat musik di negeri ini. Tidak tahu pasti apa arti yang dimaksud si mbah dalam kata-kata “I love u pull” tersebut. Namun tentunya itu dimaksudkan untuk tujuan positif.</p>
<p>Mungkin kalo boleh berandai-andai, maksud mbah surip adalah : ketika kita mencintai, maka cintailah sepenuh hati. Cinta dalam arti luas dalam segala hal, dalam karya, dalam menjalin persahabatan, dalam beribadah dan harus dilakukan dengan dasar cinta dan ketulusan yang “full “atau seutuhnya tidak peduli besar kecil, penting tidaknya sebuah urusan.<span id="more-59"></span></p>
<p>Bisa disederhanakan “I love you full” adalah totalitas setiap orang dalam menjalani kehidupannya. Mbah surip telah memberi teladan tentang totalitas itu, dengan meninggalkan kampung halamannya, meninggalkan pekerjaan bahkan keluarganya agar bisa menjalankan totalitas bermusiknya. Musik untuk menghibur siapa saja, tidak peduli darimana asal, ras, suku, agama, jabatan, umur dan hal-hal lain yang membatasi prinsip universal.</p>
<p>Totalitas yang baru bisa dikenal dan dinikmati oleh banyak orang setelah lebih dari dupuluhan tahun beliau berkarya. Meskipun pada akhirnya mbah surip tidak dapat menikmati hasil jerih payahnya karena dipanggil oleh yang maha Kuasa, namun karya-karyanya akan tetap abadi dan menghibur umat manusia sepeninggalnya.</p>
<p>Sebuah karya yang kata orang  sederhana, tidak neko-neko, tulus dan merakyat yang jauh lebih merakyat daripada janji-janji politikus yang katanya bejuang untuk rakyat dan mengumbar janji-janji manis dalam kampanyenya.</p>
<p>Mbah surip diakui atau tidak telah menjadi legenda tentang sebuah proses pencapaian yang tidak sebentar, menguras energi, air mata dan kerja keras. Membebaskan diri dari belenggu keterbatasannya sebagai rakyat biasa menjadi sebuah legenda yang akan selalu dikenang oleh para penikmat karyanya.</p>
<p>Sebuah pembuktian tentang kerja keras, ketekunan, keltulusan, kebebasan berfikir dan bertindak serta keyakinan yang “full”dalam mencapai puncak keberhasilan. Selamat jalan Mbah, semoga ada helikopter yang bisa menyampaikanmu sampai ditujuan. Selamat menempuh kehidupan baru di alam sana. Semoga kita yang ditinggal bisa mengambil inspirasi dari pesan-pesanmu, I Love You Full. ha ha ha ha..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadhan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadhan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadhan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadhan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadhan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadhan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadhan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadhan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadhan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadhan.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=59&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadhan.wordpress.com/2009/08/06/mencintai-seperti-mbah-surip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdeed19244092a2619130ef7d59f52e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadhan.files.wordpress.com/2009/08/mbah-surip.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbah surip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salam buat adik-adikku..</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com/2009/06/08/salam-buat-adik-adikku/</link>
		<comments>http://rahmadhan.wordpress.com/2009/06/08/salam-buat-adik-adikku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 17:33:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasan-rasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadhan.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lumayan lama, blog yang sederhana ini tidak tersentuh tulisan maupun artikel baru. namun saya seperti diingatkan ketika membaca beberapa komentar dari pengunjung yang sepertinya adalah orang-orang yang saya kenal  (mudah2an tidak salah).
&#8220;Konsistensi&#8221;  mungkin itulah kata kuncinya. Dalam beberapa kesempatan, saya pernah menyimak melalui media atau bahkan melihat secara langsung  kiprah maupun eksistensi orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=37&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah lumayan lama, blog yang sederhana ini tidak tersentuh tulisan maupun artikel baru. namun saya seperti diingatkan ketika membaca beberapa komentar dari pengunjung yang sepertinya adalah orang-orang yang saya kenal  (mudah2an tidak salah).</p>
<p><span id="more-37"></span>&#8220;Konsistensi&#8221;  mungkin itulah kata kuncinya. Dalam beberapa kesempatan, saya pernah menyimak melalui media atau bahkan melihat secara langsung  kiprah maupun eksistensi orang-orang yang menurut saya masuk dalam kategori &#8220;sukses&#8221; dengan beragam status dan profesi.</p>
<p>satu yang mungkin saya jadikan contoh terkait dengan konsistensi adalah teman saya sendiri.</p>
<p>Seseorang yang menurut saya biasa saja, dilihat dari sudut pandang manapun saya tidak melihat sesuatu yang luar biasa pada diri beliau.</p>
<p>baik kemampuan akademis(otak), kemampuan bebicara dan kemampuan bersosialisasi, semuanya biasa-biasa saja. bahkan kalau saya boleh ge-er, kayaknya jauh lebih pinter saya ketimbang dia.  He he he..[Kucai pada acara cerdas cermat di Laskar pelangi : mode on].</p>
<p>Kenyataannya yang terjadi sekarang adalah bahwa dia menjadi jauh lebih baik dari saya dengan pencapaian-pencapaian yang tidak bisa saya lakukan. Beliau ini lebih mapan secara ekonomi, mempunyai usaha yang terus membesar dan berkembang pesat dan bahkan  bisa menjadi motivator di beberapa kesempatan.</p>
<p>saya mencoba mencari dan merenung tentang &#8220;sesuatu&#8221; yang membedakan itu.  seseorang biasa yang menjadi luar biasa tentu membutuhkan &#8220;sesuatu&#8221; pula yang luar biasa untuk bisa mencapainya.</p>
<p>dan saya telah menemukan jawabannya sekarang. ialah yang disebut &#8221; Konsistensi&#8221;</p>
<p>berapa banyak orang yang tidak berhasil mencapai apa-apa, hanya karena tidak konsisten dengan apa yang dilakukannya?</p>
<p>seorang pedagang yang tidak berhasil bertahan karena sering berganti-ganti dagangan dengan alasan mengikuti trend sesaat?</p>
<p>seorang pegawai yang mentok karirnya karena sering berganti pekerjaan dengan alasan ketidakcocokan gaji?</p>
<p>seorang wirausahawan yang berhenti berwirausaha karena lama tidak pernah mendapatkan hasil?</p>
<p>seorang penulis yang tidak pernah membuat tulisan lagi karena tulisan sebelumnya gak laku dijual?</p>
<p>seorang blogger yang berhenti posting tulisan karena tidak ada yang mengomentari tulisannya?</p>
<p>Mungkin saya termasuk diantaranya. Mungkin saya belum 100% menyatu  dengan konsistensi saya pada pilihan hidup saat ini. Dan sekaranglah saatnya untuk membuat komitmen baru dan memulainya..</p>
<p>Konsitensi[Istiqomah] itu kuncinya..</p>
<p>berkarya dengan semboyan:</p>
<p>- Kecil tapi terus menerus</p>
<p>- Sedikit tapi terus menerus</p>
<p>- Sederhana tapi terus menerus</p>
<p>Dan tiba saatnya nanti kita meraih hasilnya&#8230; semoga</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadhan.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadhan.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadhan.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadhan.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadhan.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadhan.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadhan.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadhan.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadhan.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadhan.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=37&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadhan.wordpress.com/2009/06/08/salam-buat-adik-adikku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdeed19244092a2619130ef7d59f52e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Modal Utama Enterpreneur (2)</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/27/modal-utama-enterpreneur-2/</link>
		<comments>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/27/modal-utama-enterpreneur-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 19:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[believe]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[Trust]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadhan.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Trust (tidak sama dengan believe) dan Skill
Modal kedua yang harus dimiliki seorang enterpreneur adalah Trust dan skill. Kita coba ulas tentang trust dan believe terlebih dahulu. Trust dan believe dalam terjemahan bebas berarti percaya. Terlihat sama meskipun sebenarnya tidak, kenapa demikian?  Karena kalau keduanya  sama kenapa susunan katanya mesti berbeda? Logis kan?
Serupa tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=33&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>T</strong><strong>rust (tidak sama dengan believe) dan Skill</strong></p>
<p>Modal kedua yang harus dimiliki seorang enterpreneur adalah Trust dan skill. Kita coba ulas tentang trust dan <em>believe</em> terlebih dahulu. <em>Trust</em> dan <em>believe </em>dalam terjemahan bebas berarti percaya. Terlihat sama meskipun sebenarnya tidak, kenapa demikian?  Karena kalau keduanya  sama kenapa susunan katanya mesti berbeda? Logis kan?</p>
<p>Serupa tapi tak sama mungkin lebih tepat untuk menggambarkan keduanya. Dimana trust mempunyai peranan lebih daripada believe. Sebuah contoh sederhana akan sedikit menyingkap perbedaan keduanya.</p>
<p>Terkisah ada seorang pemanah jitu yang sangat terkenal diseantero negeri. <span id="more-33"></span>Hampir setiap lomba memanah yang diadakan dinegeri tersebut dapat dipastikan dia menjadi pemenang, sehingga dia cukup disegani oleh lawan-lawannya. Bahkan saking hebatnya dia mampu  memanah dengan tepat sasaran sambil menunggang kuda yang berlari. Atraksi  yang sering dilakukannya adalah memanah apel diatas kepala manusia. Itu telah dilakukannya lebih dari 100 X dan kesemuanya sukses, apel yang menjadi sasaran selalu tepat tertembus ditengahnya.</p>
<p>Namun untuk mencegah resiko kecelakaan yang fatal, setiap orang yang diletakkan apel diatas kepalanya harus menggunakan pakaian pengaman serta helm pelindung yang didesain  tidak dapat ditembus oleh benda tajam seperti mata panah, bahkan tidak tembus peluru sekalipun. Kemampuannya yang sedemikian itu sudah sangat dikenal secara luas oleh masyarakat di negeri itu, dan setiap orang yang ditanya tentang pemanah jitu tersebut hampir pasti mereka mengenalnya.</p>
<p>Suatu hari sang pemanah akan mengumumkan pengunduran diri dari ajang  perlombaan memanah dan atraksi-atraksi yang biasa dilakukannya. Dia ingin beristirahat agar bisa mengajari putranya menjadi pemanah hebat seperti sang ayah.</p>
<p>Dan untuk itu disiapkanlah sebuah atraksi yang sangat berbeda dari sebelumnya, yaitu dia ingin untuk terakhir kalinya melakukan atraksi memanah apel diatas kepala orang yang tidak memakai pelindung sama sekali. Tibalah hari itu, sang pemanah mengundang segenap warga negeri untuk menjadi saksi pengunduran dirinya sekaligus mengakhiri dengan atraksi yang sangat berbahaya karena jika meleset sedikit saja, niscaya nyawa manusia menjadi taruhannya. Segenap warga negeri hadir di sebuah tanah lapang yang sangat luas, ratusan ribu jumlahnya, untuk menyaksikan atraksi terakhir dari sang pemanah.</p>
<p>&#8220;Wahai saudaraku semuanya&#8221;, seru sang pemanah memulai atraksinya. &#8220;Terima kasih atas kehadiran anda, pada hari ini saya akan mengumumkan pengunduran diri saya sebagai pemanah profesional. Oleh karena itu saya akan melakukan atraksi memanah apel diatas kepala. Namun saya ingin melakukannya dengan cara yang sedikit berbeda dari biasanya. Saya ingin memanah apel diatas kepala orang yang tidak memakai pelindung apapun selain baju yang dipakainya.&#8221; Sontak hadirin ternganga, dan kemudian suasanapun menjadi riuh rendah. Yang hadir disibukkan dengan saling tanya diantara mereka.</p>
<p>&#8220;Untuk itu, saya meminta salah seorang dari hadirin yang ada disini untuk menjadi sukarelawan yang akan ditaruh apel diatas kepalanya.&#8221; Sontak suasana menjadi semakin gaduh berkepanjangan, dan sampai 30 menit kemudian tidak ada seorangpun yang maju untuk menjadi sukarelawan.</p>
<p>&#8220;Bagaimana? siapa yang mau menjadi sukarelawan, silakan maju kedepan!</p>
<p>Tidak ada tanggapan untuk beberapa saat, hingga akhirnya dari arah belakang muncullah seorang pemuda yang bersedia menjadi sukarelawan. &#8220;Saya siap&#8221;, sahutnya mantap. Bergegas sang pemuda inipun melangkah kedepan.</p>
<p>Dan atraksipun dimulai, sang pemuda meletakkan sendiri sebuah apel diatas kepalanya. Sang pemanahpun mengambil ancang-ancang dari jarak seperti biasaya dia memanah, kurang lebih 20 Meter. Para hadirin terlihat menahan nafas sambil berangsur-angsur mengambil jarak dari tempat atraksi, membayangkan apa yang terjadi jika bidikan panah itu meleset. Tentu akan sangat mengerikan.</p>
<p>Dalam beberapa detik panah direntangkan, mata sang pemanah melirik tajam dibalik busur panah dan &#8220;<em>tap</em>&#8221; mata panah meluncur deras dan menancap tepat di bagian tengah apel, dan pemuda itu  sama sekali tidak terluka sedikitpun. Sontak tepuk tangan dan aplaus meriah dari para penonton membahana sampai beberapa saat. Dan atraksi itupun berlangsung dengan sukses.</p>
<p>&#8220;Wahai Saudaraku, kalian semua tahu bahwa aku adalah pemanah terbaik dinegeri ini. Dan kalian juga tahu, aku telah melakukan atraksi tadi lebih dari 100 x dan semuanya berhasil. Tapi ketika aku meminta kalian untuk menjadi sukarelawan, ternyata tidak ada seorangpun yang mau. Hanya seorang pemuda dan cukup satu orang saja untuk melakukannya, dan dia adalah &#8220;<strong><em>Anakku</em></strong>&#8220;.</p>
<p>Dari ilustrasi tadi dapat terlihat beda yang sangat jelas antara <em>Trust</em> dan <em>believe</em>, anda sudah tahu maksudnya?</p>
<p>Kalau belum, tunggu tulisan saya berikutnya di</p>
<p><strong>T</strong><strong>rust (tidak sama dengan believe) dan Skill (lanjutan)<br />
</strong></p>
<p>Kalau sudah, tunggu ulasan tentang Skill</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadhan.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadhan.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadhan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadhan.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadhan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadhan.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadhan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadhan.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadhan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadhan.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadhan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadhan.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=33&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/27/modal-utama-enterpreneur-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdeed19244092a2619130ef7d59f52e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya naik juga&#8230;..BBM (Benar-benar Mahal)</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/24/akhirnya-naik-jugabbm-benar-benar-mahal/</link>
		<comments>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/24/akhirnya-naik-jugabbm-benar-benar-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 16:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasan-rasan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadhan.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sedang asyik membuat tulisan tentang pengalaman pertama saya naik BUSWAY (baca:bus wae) dan belum juga sempat menerbitkan, lhah kok ujug-ujug alias mak bedunduk melihat berita di TV bukan RI (itu jadul) kalau pemerintah akan segera mengumumkan keputusan kenaikan (penaikan) harga BBM.
Dan akhirnya apa yang terjadi saudara-saudara..? (seperti dengerin siaran langsung sepakbola dari radio)
Secara resmi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=32&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika sedang asyik membuat tulisan tentang pengalaman pertama saya naik BUSWAY (baca:bus wae) dan belum juga sempat menerbitkan, lhah kok ujug-ujug alias mak bedunduk melihat berita di TV bukan RI (itu jadul) kalau pemerintah akan segera mengumumkan keputusan kenaikan (penaikan) harga BBM.</p>
<p>Dan akhirnya apa yang terjadi saudara-saudara..? (seperti dengerin siaran langsung sepakbola dari radio)</p>
<p>Secara resmi terhitung mulai tanggal 24 Mei 2008, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM sejumlah 28,5% (ruarrr biasa, mahal <span style="text-decoration:line-through;">amiir</span> amat ) bensin yang semula 4500 naik menjadi 6000/liter, solar menjadi 5500/liter dan minyak tanah 2500/liter. Kalau begini ceritanya, <em>piye jal</em> ? (Gimana dong?)</p>
<p>Alasan pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM, lagi-lagi karena kenaikan harga minyak dunia yang menembus $130/barrel. Sehingga untuk menyelamatkan APBN  kenaikan harga BBM adalah jalan keluar yang harus dipilih. Meskipun tahu bahwa kebijakan yang sama sekali tidak bijak itu sangat tidak populer (opoo&#8230;? dg gaya Om Too Cool/Tukul maksudnya), pemerintah &#8220;terpaksa&#8221; melakukannya demi penyelamatan APBN (Anggaran <span style="text-decoration:line-through;">Pemborosan</span> Pendapatan dan Belanja Negara).  Lha demi rakyatnya kapaaan? tanya kenapa?<span id="more-32"></span></p>
<p>Sepintas lalu alasan pemerintah tersebut terkesan logis dan wajar, apalagi didukung fakta kenaikan harga minyak dunia yang menembus rekor lebih dari $130/barrel. Kita bisa sama melihatnya dari tabung ajaib  di rumah kita. Meskipun banyak pengamat menyatakan ada alternatif lain bagi pemerintah dalam menghadapi defisit APBN selain menaikkan harga BBM, misalnya Pengembalian aset negara oleh koruptor, penjadwalan ulang utang luar negeri, memangkas rantai perdagangan minyak dengan memutus mata rantai percaloan dari singapura dan yang penting dan harus dilakukan oleh pemerintah adalah memberi contoh penghematan bukannya malah menunjukkan perlombaan dalam rangka memperkaya diri sendiri, yang justru semakin memboroskan pengeluaran negara. Tapi pemerintah tetap<em> keukeuh</em> dengan keputusannya dan lagi-lagi siapa yang jadi korban?</p>
<p>Sebagai rakyat kecil yang sangking kecilnya hingga meskipun sudah menjerit sekuat tenaga, sama sekali tidak terdengar oleh penguasa,  hanya bisa mengelus dada. <em>&#8220;Sing sabar yo le </em>(yang sabar ya nak)&#8221;, begitu pesan  ibu saya dulu ketika menghadapi persoalan yang sekuat tenaga telah kita coba, tetapi  tidak mampu juga menyelesaikannya. Itu yang sekarang paling mungkin kita lakukan, mau demo sampai tenggorokan kering malah ujung-ujungnya berhadapan dengan aparat, bikin acara boikot mogok kerja malah akibatnya susah sendiri, lha terus gimana lagi kecuali ya, <em>sing </em>sabar itu tadi.</p>
<p>Akan tetapi ingat, bahwa arti sabar disini harus dimaknai secara aktif bukan pasif. Sabar bukanlah pekerjaan menunggu semuanya menjadi baik dengan sendirinya atau dengan berharap akan muncul keajaiban, <em>sim salabim </em>tiba-tiba semuanya selesai dengan <em>Happy ending. </em> Sabar adalah kesadaran secara mental untuk siap dengan keadaan yang cocok atau tidak dengan keinginan, sehingga sikap ataupun tindakan yang kita lakukan sejalan dengan proporsi yang seharusnya. Sabar berarti tidak tinggal diam, karena kita juga harus  melakukan sesuatu yang seharusnya kita lakukan. Kalau saya sendiri bersabar dengan menuntut diri agar tetap dapat bertahan hidup, menggunakan segenap daya upaya yang saya bisa, syukur-syukur sekalian bisa membantu orang lain. Jadi sabar itu tidak pasif, usaha..? Tetep!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadhan.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadhan.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadhan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadhan.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadhan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadhan.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadhan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadhan.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadhan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadhan.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadhan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadhan.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=32&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/24/akhirnya-naik-jugabbm-benar-benar-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdeed19244092a2619130ef7d59f52e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bus Way</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/24/bus-way/</link>
		<comments>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/24/bus-way/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 00:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[bbm naik]]></category>
		<category><![CDATA[busway]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan umum]]></category>
		<category><![CDATA[murah]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kemacetan]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadhan.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[pertama kali saya naik busway dari prambanan, turun di depan SGM Yogyakarta. Tidak terbayangkan sebelumnya kalau ternyata naik busway itu sangat nyaman dan suejuuk.. . Interior didalamnya bersih, dengan kursi yang ditata berhadap-hadapan membentuk persegi empat, full AC, dan kondekturnya mbak-mbak yang cantik dan luwes dalam melayani penumpang. &#8221; Yang turun di depan Alfa Supermarket, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=25&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>pertama kali saya naik busway dari prambanan, turun di depan SGM Yogyakarta. Tidak terbayangkan sebelumnya kalau ternyata naik busway itu sangat nyaman dan suejuuk.. . Interior didalamnya bersih, dengan kursi yang ditata berhadap-hadapan membentuk persegi empat, full AC, dan kondekturnya mbak-mbak yang cantik dan luwes dalam melayani penumpang. &#8221; Yang turun di depan Alfa Supermarket, silakan&#8221;, dengan kenes mbak kondekturnya bersiap didepan pintu sambil mempersilakan penumpang yang akan turun. Begitu juga seterusnya di halte-halte yang lain, di janti, di depan JEC, didepan SGM dll.</p>
<p style="text-align:left;">Sudah menjadi hal yang biasa dalam keseharian saya  menggunakan Jasa angkutan umum untuk mobilisasi ke manapun saya pergi, entah ke kampus, ke tempat kerja, ke mall , ke toko buku, atau sekedar jalan-jalan refreshing ke tempat hiburan. Karena terbiasa dengan angkutan yang selama ini tersedia, lengkap dengan segala kekurangannya, sangat terasa betapa jauh beda keduanya.</p>
<p style="text-align:left;">Standar pelayanan yang digunakan, menurut saya sangat baik. Standar keamanan pun cukup meyakinkan karena disebelah sopir tersedia alat untuk memadamkan api (saya tidak tahu namanya). Masih ditambah kondisi kendaraan yang sangat fit serta didukung dengan pengendara yang cukup handal, komplit sudah.</p>
<p style="text-align:left;">
<p><span id="more-25"></span></p>
<p>Rencana BBM naik di bulan juni nanti, jelas akan semakin menambah anggaran pengeluaran harian yang tidak sedikit. Mungkinkah Busway bisa menjadi alternatif untuk penghematan anggaran? atau justru tarif bsuway yang 3000 perak juga akan ikut-ikutan naik. Waduh..mbok kalau bisa ya jangan dong!</p>
<p>Saya membayangkan seandainya seluruh armada angkutan umum diseluruh indonesia mempunyai standar kepuasan konsumen seperti busway di Yogyakarta, saya mesti akan lebih memilih untuk menggunakan angkutan umum daripada naik kendaraan sendiri. Lha jelas, wong biayanya murah  kok.., apalagi kalau perginya jauuh sekali dijamin sangat murah karena selama belum keluar dari halte tetep masih bisa naik busway sesuai jurusannya.</p>
<p>Jadi untuk <span style="text-decoration:line-through;">menyiasati</span> mensiasati kenaikan BBM saat ini, alternatif  busway bisa menjadi solusi (asli bukan promosi). Sesuai dengan namanya bus way (baca : bus wae), maka untuk mengurangi kemacetan dan polusi lebih baik kalau kita naik Bus Wae, ya&#8230;.! iyya deh kaka&#8217;&#8230;.!?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadhan.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadhan.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadhan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadhan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadhan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadhan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadhan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadhan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadhan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadhan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadhan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadhan.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=25&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/24/bus-way/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdeed19244092a2619130ef7d59f52e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bonek(Bondho nekat alias Modal Nekat)..itu TOP BGT</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/16/bonekbondho-nekatitu-top-bgt/</link>
		<comments>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/16/bonekbondho-nekatitu-top-bgt/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 17:33:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis tanpa modal]]></category>
		<category><![CDATA[bonek]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[modal dengkul]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[top bgt]]></category>
		<category><![CDATA[usaha tanpa modal]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadhan.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Awal 2008, bulan Februari saya mengambil sebuah keputusan besar yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup saya. Setelah dua tahun lebih  &#8220;nguli&#8221;, saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan yang selama ini saya tekuni dan memilih menjadi &#8220;Orang gila&#8221;. Lebih halusnya sering disebut &#8220;ngEnterpreneur&#8221;.
Modal yang saya bawa hanya nekat dan keyakinan kuat kepada Tuhan bahwa rezeki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=23&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Awal 2008, bulan Februari saya mengambil sebuah keputusan besar yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup saya. Setelah dua tahun lebih  &#8220;nguli&#8221;, saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan yang selama ini saya tekuni dan memilih menjadi &#8220;Orang gila&#8221;. Lebih halusnya sering disebut &#8220;ngEnterpreneur&#8221;.</p>
<p style="text-align:left;">Modal yang saya bawa hanya nekat dan keyakinan kuat kepada Tuhan bahwa rezeki itu ada dimana-mana. Nggak percaya?</p>
<p><span id="more-23"></span></p>
<p style="text-align:left;">Simak cerita saya berikut :</p>
<p style="text-align:left;">Selama dua tahun &#8216;nguli&#8221;, tidak ada sesuatupun yang membuat saya bangga, semuanya biasa saja. Gaji pas-pasan, kerja dari pagi sampai malam, dan segala tetek bengek urusan dengan sang juragan, kalau ada masalah di tempat kerja. Pusing,.. makan ati dan pemikiran. Begitulah resiko seorang pegawai upahan, dan sayapun sangat sadar sesadar-sadarnya 100% (tidak kurang).</p>
<p style="text-align:left;">Pemikiran untuk mandiri atau berwirausaha sebenarnya sudah sejak lama saya idam-idamkan. Karena karakter dalam diri saya yang gak mau diatur dan lebih senang mengatur, disamping itu juga mempunyai banyak ide yang mungkin belum terpikir oleh orang lain. Dan pekerjaan yang paling tepat menurut karakter tersebut adalah menjadi wirausahawan, seniman, trainer dan jenis pekerjaan lain yang menuntut kemandirian, baik dari sisi ide maupun teknis.</p>
<p style="text-align:left;">Dan finally saya  memutuskan memilih menjadi wirausahawan, meskipun tidak menutup kemungkinan lain (lho&#8230;?)</p>
<p style="text-align:left;">Hanya ada sedikit tabungan dari jerih payah saya bekerja, jumlahnya tidak lebih dari 1 juta rupiah, saat itu tahun 2007 akhir. Anda tentu bisa membayangkan nilai uang 1 juta disaat itu, tidak seberapa kan? kalau tidak mau disebut kecil. Lantas bagaimana saya memulai usaha, kalau modal &#8220;ra gablek&#8221;( gak punya)&#8230;?</p>
<p style="text-align:left;">Ini rahasianya! sekali lagi ingat..ini rahasia! Ini hanya antara anda dan saya. OK!</p>
<p style="text-align:left;">Ingat,  Modal tidak hanya uang : karena terbukti banyak yang punya uang tetapi tidak berhasil   dengan usahanya, sebaliknya banyak yang tidak punya modal tetapi malah berhasil dalam bisnisnya.</p>
<p style="text-align:left;">ketika modal dalam bentuk uang menjadi kendala bagi anda, maka kita harus mempunyai alternatif lain yang bisa menjadi solusi bagi permasalahan tersebut. Bukan menunggu hingga memiliki uang yang cukup untuk modal, karena kalau itu yang anda lakukan, justru akan memakan waktu yang sangat lama. Dan terkadang ketika modal sudah terkumpul, akan sulit membendung keinginan untuk membeli barang-barang berharga yang lebih kongkret bentuknya.</p>
<p style="text-align:left;">Modal selain uang yang saya maksud  adalah :</p>
<p style="text-align:left;">1. Memanfaatkan Skill atau kemampuan, gunakan keahlian yang kita miliki</p>
<p style="text-align:left;">2. Membangun trust, keyakinan  orang lain kepada kita</p>
<p style="text-align:left;">3. Membangun networking seluas-luasnya</p>
<p style="text-align:left;">Ketiga poin diatas sebetulnya adalah satu kesatuan tidak terpisahkan, untuk memulai sebuah usaha tanpa modal (baca : Uang). Sederhananya seperti ini, Skill dan keahlian itulah sebenarnya yang menjadi kekuatan kita. Ketika Skill kita telah teruji, kepercayaan dari banyak orang telah kita raih, masih ditambah dengan kemampuan kita untuk membangun networking yang sangat luas. Niscaya kendala ketiadaan modal akan terjawab dengan sendirinya. Masih bingung?</p>
<p style="text-align:left;">Siapa orang yang tidak ingin untung? atau adakah orang yang ingin merugi?</p>
<p style="text-align:left;">Semua orang pingin untung dan semua orang tidak ingin mengalami kerugian! Itu adalah sifat alamiah dasar manusia yang ingin mendapatkan kesenangan dan menghindari kesusahan. Kemudian muncul pertanyaan, kenapa anda menyimpan uang di Bank? kenapa harus bank? tidak dikolong tempat tidur atau dibawah bantal saja. Kemungkinan Jawaban anda adalah : kan biar aman (dengan kata lain anda percaya kepada bank) selain juga menguntungkan.  Jelas kan?</p>
<p style="text-align:left;">Ketika sklill dan keahlian kita miliki, kepercayaan orang lain kita genggam dan networking yang kita bangun semakin meluas, maka anda bisa menjadi &#8220;Bank&#8221;  yang menjadi tempat banyak orang untuk menginvestasikan dananya kepada kita.  Jelas!</p>
<p style="text-align:left;">Jadi tidak ada alasan ketika belum memulai usaha hanya karena tidak punya Modal (baca : Uang).</p>
<p style="text-align:left;">Kalau begitu masalahnya apa dong? Masalahnya adalah kapan anda memulainya!</p>
<p style="text-align:left;">Karena saya sudah memulainya!       Anda &#8230;..!?</p>
<p style="text-align:left;">Hidup Bonek, maju terus bonek!!</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadhan.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadhan.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadhan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadhan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadhan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadhan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadhan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadhan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadhan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadhan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadhan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadhan.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=23&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/16/bonekbondho-nekatitu-top-bgt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdeed19244092a2619130ef7d59f52e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proyek perdana Indoglobal Solution</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/15/proyek-perdana-indoglobal-solution/</link>
		<comments>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/15/proyek-perdana-indoglobal-solution/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 03:58:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[solusi IT]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[e-gov]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[visi besar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadhan.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Awal tahun 2000, ketika itu saya masih kuliah semester 5 di salah satu PTS terbesar di Yogyakarta.  Secara kebetulan (lebih tepatnya takdir tuhan) di waktu kuliah tersebut terkumpul orang-orang (baca : mahasiswa) yang punya mimpi besar dan kepercayaan diri tinggi. Ketika itu saya masih ingat bahwa saya sendiri adalah mahasiswa biasa saja yang sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=21&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://rahmadhan.files.wordpress.com/2008/05/ane.jpg?w=96&#038;h=117" alt="rahmat" width="96" height="117" />Awal tahun 2000, ketika itu saya masih kuliah semester 5 di salah satu PTS terbesar di Yogyakarta.  Secara kebetulan (lebih tepatnya takdir tuhan) di waktu kuliah tersebut terkumpul orang-orang (baca : mahasiswa) yang punya mimpi besar dan kepercayaan diri tinggi. Ketika itu saya masih ingat bahwa saya sendiri adalah mahasiswa biasa saja yang sangat lugu dan sederhana, dengan pemikiran bersahaja dan visi yang penting jalani saja.</p>
<p>Pada tahun itu juga, teman-teman mahasiswa yang saya sebutkan tadi membangun sebuah perusahaan yang diberi judul CV. Indoglobal Solution IT Partners, bergerak di jasa pengembangan dan Konsultasi IT. Saya hanya bisa terkaget-kaget, takjub dan melihat itu sebagai hal yang sangat luar biasa. &#8220;Kok bisa Ya&#8221;, pikir saya waktu itu.<span id="more-21"></span></p>
<p>dan ditahun ke dua  indoglobal mendapatkan proyeknya yang pertama yaitu Proyek Pembangunan E-Government di Pemerintah kota Yogyakarta.</p>
<p>Proyek E-gov itu sendiri terdiri dari :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>SIAKD (Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>2.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>SIM Gaji (Sistem Informasi Manajemen Gaji)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>3.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>SIMKUDA (Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>4.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>SIEDA (Sistem Informasi Eksekutif Daerah)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>5.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>SIMPM (Sistem Informasi Penanaman Modal)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>6.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>SIMPAD (Sistem Informasi Pendapatan Daerah)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><strong><span><span>7.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>8.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>SIM CAPIL (Sistem Informasi Manajemen Catatan Sipil)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>9.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>SIMDUK (Sistem Informasi Manajemen Kependudukan)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><strong><span><span>10.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>SIMKAP (Sistem Informasi Manajemen Perlengkapan)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>11.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>UPT Sistap (Sistem Informasi Satu Atap)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>12.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>Portal Pemerintah Daerah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<p>Ketakjuban saya semakin menjadi-jadi, sebuah prestasi spektakuler yang  dicapai oleh teman-teman saya sendiri. Orang-orang yang begitu saya kenal dan dekat secara keseharian. Mereka memiliki banyak kemiripan dengan saya. Dari sisi kecerdasan/intelektualitas levelnya standar-standar saja, dari sumber pendanaan (baca :miskin) juga sama. Dari sisi pendidikan, sama juga. Kuliah ditempat yang sama, jurusan yang sama.</p>
<p>Tapi mereka telah berhasil melakukan sesuatu yang berbeda. Luarr biasa&#8230;!</p>
<p>Saya coba mencari tahu apakah gerangan yang membedakan kami. Dengan banyaknya kesamaan yang telah saya inventarisasi maka saya pun berusaha untuk menyimpulkannya.  Berdasarkan  perbedaan dibalik banyak kesamaan-kesamaan tadi. Menurut saya mereka sebenarnya sama seperti kita,  tetapi  kata kuncinya adalah <strong>&#8220;VISI&#8221;</strong>-lah yang membedakannya. Visi lah yang membedakan mereka dengan saya dan mereka yang berpemikiran sederhana seperti saya.</p>
<p>Saya belajar untuk konsisten dan merealisasikan kesimpulan tadi.  Saat ini saya niatkan , sebuah ketetapan hati bahwa saya harus mempunyai visi yang besar, saya mempunyai impian yang ingin saya wujudkan. Saya mempunyai tujuan yang ingin saya raih. Dan karena teman saya sendiri bisa maka menjadi sesuatu yang sangat mungkin kalau saya juga bisa.</p>
<p>Itulah kemudian yang melecut saya hingga mempunyai keyakinan: <em><strong>&#8220;jika mereka bisa kenapa saya tidak&#8221;</strong></em>.</p>
<p>Akhirnya ketika tiba kesempatan itu, saya memutuskan untuk bergabung dengan teman-teman saya tadi. Bersama-sama dengan visi membangun Indoglobal menjadi bagian dari masyarakat IT di Indonesia dalam kerangka : Menjadikan IT sebagai solusi permasalahan.</p>
<p>Kedepan, sedang dipersiapkan upgrade status Badan hukum perusahaan dari CV indoglobal solution menjadi PT. Indoglobal Solusi Pratama. Informasi selengkapnya di http://igs.co.id</p>
<p>Sebagai bentuk kontribusi kepada bangsa tercinta ini, kami telah membuat SIMAS ( Sistem manajemen Sekolah ) untuk memenuhi kebutuhan Jardiknas dari Depatemen Pendidikan Nasional. SIMAS akan didistribusikan secara gratis melalui mekanisme distribusi yang ditentukan oleh DIKNAS selaku penyelenggara program Jardiknas. Jika tidak ada kendala, maka 40.000 sekolah yang ada di Indonesia akan mendapatkan seperangkat komputer yang terdapat SIMAS didalamnya.</p>
<p>Informasi mengenai SIMAS dapat diakses di http://simas.igs.co.id</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadhan.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadhan.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadhan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadhan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadhan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadhan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadhan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadhan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadhan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadhan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadhan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadhan.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=21&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/15/proyek-perdana-indoglobal-solution/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdeed19244092a2619130ef7d59f52e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadhan.files.wordpress.com/2008/05/ane.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suara Akar Rumput&#8230;&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/08/suara-akar-rumput/</link>
		<comments>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/08/suara-akar-rumput/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 14:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[bbm naik]]></category>
		<category><![CDATA[siomay]]></category>
		<category><![CDATA[suara rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadhan.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu waktu antara setelah maghrib dan menjelang isya, dengan bersepeda lewatlah seorang tukang siomay didepan rumah.  Kepingin juga ternyata, karena lama gak pernah makan siomay. Saya panggil bapak penjual siomay itu dan begitu dia turun dari sepeda, saya segera ke dapur untuk mengambil piring sendiri. Saya pikir, biar makannya lebih santai aja..
Si bapak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=17&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sore itu waktu antara setelah maghrib dan menjelang isya, dengan bersepeda lewatlah seorang tukang siomay didepan rumah.  Kepingin juga ternyata, karena lama gak pernah makan siomay. Saya panggil bapak penjual siomay itu dan begitu dia turun dari sepeda, saya segera ke dapur untuk mengambil piring sendiri. Saya pikir, biar makannya lebih santai aja..</p>
<p>Si bapak ini segera membuka dandang wadah siomay dan mempersilakan saya untuk memilih sendiri. Saya pesan 8 gelintir siomay dan sayur kol 2 buah jadi semuanya 10. Dikali  per buah harganya Rp.400 jadi total harganya Rp. 4000,..</p>
<p><span id="more-17"></span>Ada  yang menarik dari peristiwa sore itu, yaitu pembincangan kami disela-sela si bapak penjual siomay  sedang menyiapkan pesanan, sambil bekerja beliaupun bertanya. Kira-kira berikut cerita yang masih saya ingat :</p>
<p>Bapak : Masih kuliah mas?</p>
<p>Saya   : Sudah  selesai pak.</p>
<p>Bapak : Jadi sekarang lagi nyari kerja ya?</p>
<p>Saya   : O.. saya sudah kerja pak, Lha Ini tempat kerja saya, kebetulan ini kantor walaupun bentuknya</p>
<p>lebih mirip rumah.</p>
<p>Bapak : Oooo..</p>
<p>suasana hening untuk beberapa saat, si Bapak sedang menuangkan sambal kacang keatas siomay yang telah di iris kecil-kecil.</p>
<p>Bapak  : Kalau ini kantor berarti banyak kertas-kertas bekas  ya mas?</p>
<p>Saya    : Kalau kertas bekas kebetulan gak banyak. Soalnya kantor kami gak banyak</p>
<p>menggunakan kertas, pak.</p>
<p>Bapak   : Kalau koran gimana mas?</p>
<p>Saya     : Kalau koran sudah ada yang ngambil, temen saya sendiri.</p>
<p>Bapak  : Oooo..</p>
<p>Saya  : Bapak jualan koran bekas juga ya?</p>
<p>Bapak : Iya, mas. Kalau ngandelin jualan saja, sekarang ini nggak cukup mas. Tepung kanji aja sekarang dah naik jadi  Rp. 5500 perkilo.</p>
<p>Pembicaraan terputus karena si bapak telah selesai dengan pekerjaaannya. dan menyerahkan sepiring siomay hangat kepada saya. Sambil menyerahkan uang, saya pikir bapak itupun akan segera berlalu. Tapi ternyata tidak, karena beliau melanjutkan lagi berbicara.</p>
<p>Bapak  : Harga-harga kebutuhan sekarang dah pada naik mas, padahal bensin belum naik. Nggak tahu</p>
<p>bulan depan  kalau jadi naik.</p>
<p>Saya    : Iya ya pak. (saya juga bingung jawabnya, bukan apa-apa karena dampaknya kerasa juga</p>
<p>buat  saya yang baru belajar wirausaha)</p>
<p>Bapak  : Sepertinya presiden nya harus ganti ini mas!</p>
<p>Saya    : lho lho lho..(dalam hati saya surprised juga).</p>
<p>sejenak saya berada dalam keterkejutan dan juga kebanggaan, bahwa ternyata era reformasi itu</p>
<p>tidak semuanya  sia2, terbukti dgn apa yang saya hadapi sekarang ini. Seorang bapak penjual</p>
<p>siomay yang notabene mewakili arus bawah masyarakat, telah memiliki kesadaran politik yang</p>
<p>baik, terbukti dengan arah pembicaraannya yang cukup berbobot, setidak-tidaknya untuk rakyat biasa seperti saya.</p>
<p>Saya    : gitu ya pak?</p>
<p>Bapak  : Iya mas, presidennya harus ganti yang muda</p>
<p>Saya  : Kenapa musti yang muda pak?</p>
<p>Bapak : Ya harus mas, karena yang tua-tua itu kan korupsi semua. Kalau nggak diganti yang muda, korupsi ya jalan terus, wong mereka semua terlibat.</p>
<p>Saya  : Ooooo..(sayapun ber O panjang)</p>
<p>Bapak : Mbok mas nya ini nyalon jadi presiden..</p>
<p>Saya  : Lho lho lho lho lho &#8230;kok saya (mata saya terbelalak, kaget beneran dengernya. Lha ini <em>larah-larah</em>-nya gimana, kok saya diminta nyalon jadi presiden)</p>
<p>Saya mencoba memahami logika berfikir si Bapak ini, ceritanya bagaimana kok si Bapak ini berfikir, saya yang jadi presiden. &#8220;<em>Opo tumon</em>&#8220;..<em>horo toh</em> (apa pantes). Apa si bapak punya ilmu laduni sehingga bisa melihat masa depan saya, atau mungkin melihat gaya berbicara saya yang lebih bagus dari pesiden sebenarnya sekalipun!&#8230; atau mungkin ada alasan lain (misalnya <em>&#8220;mbombong</em> &#8220;saya biar besok mau beli siomay lagi)hehehe</p>
<p>Tanpa menjawab pertanyaaan saya, si Bapak ini malah mennunjukkan caranya</p>
<p>Bapak : Masnya nyoba  jadi calon anggota DPRD dulu, ikut partai politik. Nanti kan bisa dapet jalan menjadi presiden.</p>
<p>Wah si bapak ini hebat juga (batin saya). Gak peduli apa pekerjaannya( yang penting halal ya pak). Tapi kalau soal politik gak kalah sama anggota DPR yang asli.</p>
<p>tanpa pikir panjang sayapun mengiyakan permintaan si bapak, meskipun masih bingung juga sebenarnya.</p>
<p>Saya  : Iya pak, doakan saja  Saya bisa!  Kalau cita-cita sih ada</p>
<p>Bapak : Wah bagus itu mas, saya ikut mendoakan</p>
<p>saya : !????</p>
<p>Bapak : Terima kasih mas, saya tak terusan saja</p>
<p>Saya  : O..iya pak. Silakan pak</p>
<p>Bapak itupun berlalu dengan sepedanya.</p>
<p>Selanjutnya sayapun mulai berpikir sambil makan siomay  yang barusan beli.  Bener juga si Bapak, kenapa saya nggak bercita-cita yang besar sekalian saja ya.. Cita-cita  Jadi presiden kan   bolah-boleh saja toh. Perkara terwujud atau tidak itukan nomer  delapan belas, yang penting bercita-cita dulu  setinggi-tingginya.</p>
<p>Akhirnya sampailah saya pada kesimpulan,&#8221; Ooo.. ternyata memang siomay bapak tadi enaak tenann,&#8230;&#8230;.!?<!--more--></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadhan.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadhan.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadhan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadhan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadhan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadhan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadhan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadhan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadhan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadhan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadhan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadhan.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=17&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/08/suara-akar-rumput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdeed19244092a2619130ef7d59f52e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SIMAS bukan Margarine</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/05/simas-bukan-margarine/</link>
		<comments>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/05/simas-bukan-margarine/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 17:21:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[depdiknas]]></category>
		<category><![CDATA[jardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[simas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadhan.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya Selesai juga, kerja keras selama 2 bulan lebih terbayar sudah dengan lahirnya &#8220;SIMAS&#8221; . Simas yang satu ini bukanlah margarine yang selama ini kita kenal. Meskipun namanya sama tetapi yang jelas keduanya sangat jauh berbeda. Simas adalah sebuah software produksi perdana Indoglobal Solution yang merupakan akronim dari Sistem Manajemen Sekolah.
Proyek ini berawal dari program [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=8&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://rahmadhan.files.wordpress.com/2008/05/simas-logo.jpg?w=194&#038;h=101" alt="" width="194" height="101" />Akhirnya Selesai juga, kerja keras selama 2 bulan lebih terbayar sudah dengan lahirnya &#8220;SIMAS&#8221; . Simas yang satu ini bukanlah margarine yang selama ini kita kenal. Meskipun namanya sama tetapi yang jelas keduanya sangat jauh berbeda. Simas adalah sebuah software produksi perdana Indoglobal Solution yang merupakan akronim dari Sistem Manajemen Sekolah.</p>
<p style="text-align:left;">Proyek ini berawal dari program pemerintah lewat Departemen Pendidikan Nasional  yang bernama Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) yang membagi-bagikan komputer gratis ke sekolah sekolah diseluruh wilayah indonesia dari level dasar hingga menengah. Pembagian hardware ke sekolah-sekolah tersebut harus pula dibarengi dengan ketersediaan software yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Untuk itulah Simas lahir. Sistem Manajemen Sekolah sebuah software yang mampu menangani rutinitas pekerjaan disekolah dari mulai akademik kesiswaan hingga transaksi pembayaran.</p>
<p><span id="more-8"></span><br />
Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) adalah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Jardiknas merupakan salah satu program strategis pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi  untuk dunia Pendidikan di Indonesia. Melalui infrastruktur jaringan online (Jardiknas) diharapkan dapat mempercepat pengembangan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada program pemerintah sektor pendidikan untuk kemajuan Pendidikan Indonesia saat ini dan di masa depan.<br />
Sumber : Jardiknas (http://jardiknas.diknas.go.id)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadhan.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadhan.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadhan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadhan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadhan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadhan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadhan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadhan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadhan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadhan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadhan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadhan.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=8&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/05/simas-bukan-margarine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdeed19244092a2619130ef7d59f52e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadhan.files.wordpress.com/2008/05/simas-logo.jpg?w=260" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Modal utama Enterpreneur</title>
		<link>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/05/belajar-jadi-enterpreneur/</link>
		<comments>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/05/belajar-jadi-enterpreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 14:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasan-rasan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kecepatan]]></category>
		<category><![CDATA[ketepatan]]></category>
		<category><![CDATA[menguasai]]></category>
		<category><![CDATA[modal utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadhan.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[
Kecepatan dan ketepatan adalah modal utama bagi seorang enterpreneur, cepat dalam merespon setiap peluang atau kesempatan dan juga tepat dalam mengerahkan resource yang dimiliki kepada tujuan yang telah ditetapkan = sukses/hasil/tujuan/pencapaian/goal. Harap maklum, karena pekerjaan sebagai  enterpreneur (wirausahawan) adalah pekerjaan yang sangat mengandalkan kemampuan sendiri ( baik personal atau komunitas) untuk tetap survive.
Saat ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=11&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://rahmadhan.files.wordpress.com/2008/05/rahmat21.jpg?w=67&#038;h=81" alt="" width="67" height="81" /></p>
<p style="text-align:left;">Kecepatan dan ketepatan adalah modal utama bagi seorang enterpreneur, cepat dalam merespon setiap peluang atau kesempatan dan juga tepat dalam mengerahkan resource yang dimiliki kepada tujuan yang telah ditetapkan = sukses/hasil/tujuan/pencapaian/goal. Harap maklum, karena pekerjaan sebagai  enterpreneur (wirausahawan) adalah pekerjaan yang sangat mengandalkan kemampuan sendiri ( baik personal atau komunitas) untuk tetap survive.</p>
<p style="text-align:left;">Saat ini adalah  era informasi, siapa yang memegang informasi dialah yang akan menguasai. Demikian kata Om Bill Gates, orang no.1 saat ini yang menurut saya sangat cepat dalam menyerap dan tepat dalam memaanfaaatkan  setiap informasi. Dan hasilnya&#8230;&#8230;..</p>
<p><span id="more-11"></span></p>
<p style="text-align:left;">Anda mungkin lebih tahu daripada saya.</p>
<p style="text-align:left;">Ada sebuah pesan orang bijak dimasa dahulu kala dan kemudian menjadi salahsatu bagian dari kultur yang sayang sungguh sayang diartikan secara salah kaprah  di negeri kita ini. Pesan itu :&#8221;Alon alon waton kelakon&#8221; (slowly but sure). Bagi anda yang pernah tinggal di pulau jawa tentu mahfum dengan slogan ini. Pesan yang sangat populer bagi etnis jawa pada khususnya yang terjemahan bebasnya &#8220;pelan-pelan yang penting sampai&#8221;.</p>
<p style="text-align:left;">Mungkin anda berfikir ada kontradiksi antara alinea pertama tulisan ini, dimana saya sebut kecepatan dan ketepatan sebagai modal utama mencapai hasil/sukses/tujuan, dan kemudian andapun  berfikir mana yang lebih baik dari keduanya.</p>
<p style="text-align:left;">Sebelum anda mulai menyimpulkan, mari kita kaji bersama apa maksud dari pesan tersebut.</p>
<p style="text-align:left;">What does it mean, inside?</p>
<p style="text-align:left;">Menurut pendapat saya , bahwa tidak ada kontradiksi sama sekali antara pesan &#8220;alon alon waton kelakon&#8221; dengan Kecepatan dan ketepatan dalam meraih sukses/hasil. Sepertinya terlihat berbeda dan kontradikif, akan tetapi asli (suerr) saya jamin tidak berbeda sama sekali malah seiring dan sejalan. Anda bingung? Saya yakin tidak!</p>
<p style="text-align:left;">Alon-alon waton kelakon adalah sebuah pesan  bijak masa lalu  yang  menunjukkan betapa &#8220;sangat cepatnya&#8221; budaya kerja yang terjadi saat itu (mungkin saya atau anda belum lahir). Sehingga harus diingatkan untuk sedikit mengurangi intensitas (kecepatan) dalam menyelesaikan pekerjaan.</p>
<p style="text-align:left;">Karena sangat tidak mungkin ketika kelambanan kita dalam bekerja kemudian masih harus diingatkan dengan pesan &#8220;Pelan pelan aja yang penting selesai&#8221;. Impossible!</p>
<p style="text-align:left;">Sebuah analogi sederhana,  ketika anda berjalan bersama dengan teman,  Anda terbiasa berjalan cepat sementara teman anda berjalan sangat lambat. Kira-kira apa yang akan dilakukan teman anda tadi?</p>
<p style="text-align:left;">Kemungkinan besar dia mengatakan,&#8221; Jangan cepat-cepat jalannya&#8221;. Atau dia harus mempercepat jalannya.</p>
<p style="text-align:left;">Tapi bagaimana kalau yang terjadi adalah sebaliknya, anda dan teman anda berjalan sangat lambat. Apakah teman anda akan mengatakan hal yang sama. Impossible!</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Modal selanjutnya adalah trust (bukan believe) dan skill (kemampuan). Tetapi tunggu tulisan saya berikutnya&#8230;.</p>
<p><!--more--></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadhan.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadhan.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadhan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadhan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadhan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadhan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadhan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadhan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadhan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadhan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadhan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadhan.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadhan.wordpress.com&blog=3267902&post=11&subd=rahmadhan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadhan.wordpress.com/2008/05/05/belajar-jadi-enterpreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdeed19244092a2619130ef7d59f52e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadhan.files.wordpress.com/2008/05/rahmat21.jpg?w=200" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>